Return to site

Revitalisasi Pendidikan Modern Dengan Penilaian Berbasis Kompetensi

 

· Learning

Dalam lanskap pendidikan yang terus berkembang, sistem tradisional sering kali terkekang oleh kurikulum standar, penilaian konvensional, dan kredensial yang kaku. Namun, di tengah keseragaman akademik ini, muncul pendekatan progresif terhadap pembelajaran dan pengembangan: pendidikan berbasis kompetensi (CBE). Berbeda dengan pendekatan tradisional, CBE memiliki keunikan individu dan pertumbuhan yang dipersonalisasi. Untuk mengungkap potensi CBE, penilaian dan kredensial harus diremajakan sebagai alat berharga dan dapat dipindahkan, yang memberikan keyakinan bagi siswa, guru, dan semua pihak yang terlibat.

Inti dari penilaian CBE terletak pada keandalan dan verifikasi. Melebihi sekadar ujian, penilaian ini memberikan umpan balik berharga bagi siswa, mendorong budaya perbaikan terus-menerus dalam pembelajaran mereka. Pada saat yang sama, pendidik memperoleh wawasan berharga tentang tingkat penguasaan siswa, memungkinkan mereka untuk menyesuaikan materi dan kegiatan pengajaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa. Mendalami penilaian CBE, terdapat tiga jenis yang berbeda:

1. Ujian Standar

Ujian standar menggunakan sampel konten dan validasi item, mengumpulkan data penting untuk mengukur kompetensi secara formal di berbagai institusi. Namun, sifat komprehensifnya kadang-kadang membingungkan ketika mengukur kompetensi individu dengan akurat. Meskipun memberikan gambaran yang lebih luas, tetapi kemampuan individu seringkali hilang dalam keseragaman yang diberlakukan.

2. Ilmu Pengetahuan

Tugas tradisional, seperti menyusun makalah, melakukan penelitian, atau menyelesaikan kuis dan ujian, digunakan untuk mengukur sejauh mana seseorang telah mengumpulkan pengetahuan. Namun, kelemahan tugas-tugas ini terletak pada relevansi yang mana hal tersebut tidak selalu mencerminkan kompetensi sejati, sehingga muncul pertanyaan sejauh mana teori diterjemahkan menjadi praktek.

3. Pesona Penilaian Otentik

Seperti menciptakan pesona praktikalitas, penilaian otentik mereplikasi aplikasi dunia nyata dari keterampilan yang dikuasai. Dengan panduan dan rubrik yang jelas, siswa diharuskan menunjukkan penguasaan mereka melalui tindakan, menciptakan perpaduan antara kreativitas dan kecakapan. Pesona ini memperdalam pemahaman tentang materi pelajaran, karena siswa ditantang untuk menerapkan pengetahuan dengan cara yang berarti dan nyata.

Saat pendidikan mengalami transformasi, sudah seharusnya kekuatan transformatif dari penilaian berbasis kompetensi ini mulai diterapkan, di mana pengejaran ilmu pengetahuan berpadu dengan manifestasi nyata dari keterampilan dalam dunia nyata. Di era pembelajaran baru ini, CBE menjadi pemandu perjalanan pendidikan yang lebih baik, dipersonalisasi, dan memberdayakan.